Menjadi Wanita Tangguh dan Mandiri
Waktu memang selalu bergulir dengan cepat, bukan? Paling tidak, itulah yang aku rasakan saat aku menulis ini. Aku baru tersadar. Mungkin, selama ini aku memang tak paham. Bagaimana seharusnya aku menjalani setiap helai lembaran hidup ini? Bagaimana seharusnya aku mendaki setiap bukit karang yang menjulang tinggi? Dan bagaimana seharusnya aku mengarungi setiap samudera yang nampak bertepi? Kamu dan aku. Ya, kita sama-sama tahu dengan jelas apa saja yang telah kita lalui selama ini. Rintangan apa saja yang telah kita lalui selama ini. Rintangan apa saja yang telah kita pernah hadapi. Kegagalan apa saja yang sudah kita alami? Kita telah merasakan bagaimana kerasnya dunia ini. Kita juga pernah mencicipi bagaimana rasanya dikhianati dan pedihnya patah hati. Sekarang ini, aku memang belum menjadi pribadi yang layak untuk dijadikan patokan. Bukan, bukanlah kapasitasku untuk mengguruimu. Aku percaya bahwa kamu telah menjadi sesosok wanita yang jauh lebih bijaksana daripada aku saat...