Surat Kecil untuk Tuhan, Bapa yang selalu ada Untukku

Malam ini aku menempatkan sedikit waktuku kepadaMu. Aku tahu Engkau mengetahui semua nya dan peduli pada setiap keadaanku. Jadi biarkanlah putri kecilMu ini sedikit berkeluh kesah tentang segala keadaan yang aku rasakan saat ini.

Untuk kali ini aku datang bukan untuk membawa seribu permintaan seperti yang sering kuajukan padaMu dalam setiap percakapan kita. Kali ini aku datang untuk mengucap syukur atas seribu berkat kasih karuniaMu yang tak henti Engkau kirim kepada putri kecilMu ini. Dengan segala tingkat konsistensi macam ini, aku yakin Engkau lah yang layak jadi sandaran di akhir hari cerita tentang hidupku. Bahkan teman terbaik pun bisa meninggalkan dan mengkhianati. Keluarga sedarah bisa membuat sakit hati.Tapi Engkau selalu murah hati dan sabar sekali. Sampai memilih untuk tidak pergi.

     1. Untuk Segala teguranMu

Ada banyak hal teguran yang aku terima dariMu.Yang mungkin dalam berbagai hal cerita yang berbeda aku harus mengalami dan melewatinya. Aku tahu begitu banyak kesalahan-kesalahan yang aku perbuat hingga membuatMu terluka dan bahkan Engkau menangis. Aku belajar dari segala teguran-teguran ini semua. Aku yang selalu mengandalkan setiap kekuatan dan tenagaku sendiri untuk melewati semua ini. Tapi, disisi lain saat aku tidak mendapatkan solusinya hanya Engkaulah tempat pengaduan diakhir setiap keadaanku. Betapa beruntungnya aku. Aku memiliki Bapa yang setia untuk menolongku melalui teguran-teguran itu.

Mungkin aku orang yang paling bebal. Hingga beberapa hari yang sudah terlewati. Engkau selalu menegurku. Bahkan beberapa bulan ataupun tahun-tahun pun telah berlalu. Dan tidak terlambat bagiku mengetahui segala teguran itu. Terimakasih Tuhan. 
      2. Untuk Segala kesempatanMu

Banyak hal yang perlu aku koreksi atas kesalahan disetiap cerita kehidupanku. Bagaimana aku harus menebusnya semua. Cerita hari ini yang mungkin aku melakukan kesalahan. Cerita minggu lalu yang mungkin aku melakukan kesalahan. Cerita bulan lalu yang mungkin aku melakukan kesalahan. Dan bahkan cerita tahun yang berlalu untuk segala kesalahan-kesalahanku.

Darimana aku harus memulai semuanya ya Bapa???

Aku menyadari semuanya ketika aku benar-benar terpuruk dan jatuh dalam penyesalanku. Begitu mulus peran Dunia ini. Diam dan menghanyutkan secara perlahan. Dunia yang selalu menuntutku untuk menjadi serupa dengannya. Hingga memunculkan segala kepahitan yang tertanam dalam setiap pikiran dan hatiku. Aku terlalu mengandalkan kekuatanku sendiri, tanpa menyadari betapa setianya Engkau ada disisiku yang menjadi penolong dan kekuatanku. Engkau satu yang selalu bertahan di akhir hari-hariku. Walau aku tahu jelas, mengurusiku mungkin kadang mengesalkan sekali bagiMu.

Namun, Engkau memberikan kesempatan padaku. Memaafkan semuanya. Melupakan Semuanya. Dan bahkan Engkau memanggilku untuk datang kepada pelukan kasihMu yang seharusnya tidak layak untuk kupeluk. Engkau adalah sosok yang tulus. Aku menyadari semuanya betapa beruntungnya aku.
     3. Untuk segala kebaikanMu

Hingga pada saat pertumbuhan diriku yang semakin dewasa. Aku menyadari semuanya ini. Walaupun sampai hari ini aku belum mengerti banyak hal tentang rencana dan rancanganMu itu semua padaku.
Namun aku meminta kepadaMu, tolong ajari aku percaya bahwa Engkau punya rencana yang Indah untukku.

Meskipun banyak hal diluar sana dan dunia yang selalu meremehkan, aku hampir tidak peduli. Satu yang kuyakini pasti. Engkau mencintaiku dengan cara yang berbeda dan unik. Dengan limpahan kasih yang berbeda pula. Akupun tak perlu iri dengan berkat yang dimiliki orang lain. Karena kusadar, apa yang Engkau cukupkan untukku adalah karena Engkau mengetahui segalanya yg aku butuhkan.
     4. Untuk bahuMu yang sudah cukup menjadi sandaranku

Dari sebelum dan bahkan sesudah ada didunia ini, segala tentangku adalah milikMu. Ini hakMu Tuhan, hendak membentukku dengan berbagai macam cara apapun itu. Entah itu Engkau memutar-mutar kedalam roller coaster hingga nanti aku paham apa ujungnya pun tak berhak aku menolaknya. Akan kubungkam mulut, kusimpan keluh, lalu mengikuti jalurnya saja. Kali ini biarkan aku menjadi Hamba yang selalu berserah. Lebih percaya.

Mulai saat ini kuringkas semua kecemasan yang bertengger dihatiku. Kucopoti berbagai pertanyaan yang masih bergelanyut diujung pintu. Kemudian menyerahkan semua pertanyaan-pertanyaan yang selalu aku bawa dalam setiap percakapanku denganMu.

Trimakasih Tuhan untuk selalu memilih mencintaiku 

Tuhan, seperti inilah adanya aku. Mungkin aku termasuk salah satu umatMu yang tidak taat dan selalu mengecewakanMu. Tapi takjubku padaMu tak pernah sirna. Setelah melihat kasihMu padaku tak pernah putus meski seperti apapun aku saat ini. Cinta kasihMu menyadarkanku untuk terus memperbaiki diri. Memang seperti apapun aku selalu berusaha membalas semuanya, takkan pernah sebanding denganMu.

Tolong jangan pernah bosan dan pergi dulu. Sampai kapanpun aku akan selalu membutuhkanMu.




Salam Sayang,




putri kecil-Mu yang kadang nakal, namun akan selalu mencintai-MU :')
                    

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menjadi Wanita Tangguh dan Mandiri

Mari Berjuang Memaafkan Kesalahan Sendiri dan Memulai Kembali