Postingan

Menampilkan postingan dari 2016

Menjadi Wanita Tangguh dan Mandiri

Waktu memang selalu bergulir dengan cepat, bukan? Paling tidak, itulah yang aku rasakan saat aku menulis ini. Aku baru tersadar. Mungkin, selama ini aku memang tak paham. Bagaimana seharusnya aku menjalani setiap helai lembaran hidup ini? Bagaimana seharusnya aku mendaki setiap bukit karang yang menjulang tinggi? Dan bagaimana seharusnya aku mengarungi setiap samudera yang nampak bertepi? Kamu dan aku. Ya, kita sama-sama tahu dengan jelas apa saja yang telah kita lalui selama ini. Rintangan apa saja yang telah kita lalui selama ini. Rintangan apa saja yang telah kita pernah hadapi. Kegagalan apa saja yang sudah kita alami? Kita telah merasakan bagaimana kerasnya dunia ini. Kita juga pernah mencicipi bagaimana rasanya dikhianati dan pedihnya patah hati. Sekarang ini, aku memang belum menjadi pribadi yang layak untuk dijadikan patokan. Bukan, bukanlah kapasitasku untuk mengguruimu. Aku percaya bahwa kamu telah menjadi sesosok wanita yang jauh lebih bijaksana daripada aku saat...

Mari Berjuang Memaafkan Kesalahan Sendiri dan Memulai Kembali

Selamat Pagi, untuk Diriku Sendiri. Kali ini jangan memutar bola matamu dengan begitu sinis dulu melihat tulisan ini. Aku tahu, kau tak menyukai "kejutan" barang sedikit pun. Dan tentu kau tak menyangka aku akan berbicara padamu hari ini. Lewat sebuah tulisan ini. Sesederhana mungkin, tapi kau harus bertekad dan berjuang untuk memaafkan kesalahan sendiri dan berjalan dengan memulai semua kembali. Jadi, begini perkaranya. Aku hanya ingin mengembalikan sosokmu yang lebih ceria. Sudah beberapa saat ini, ia menghilang entah kemana. Tentu ia bukannya raib selamanya? Aku tahu apa yang menjadi beban pikiranmu. Aku mengerti, lebih dari manusia manapun di dunia ini. Dan aku bersimpati, lebih dari siapapun yang kau punya disisi. Tapi maukah kau memaafkan yang telah lalu, apapun kesalahan yang kau perbuat it? Aku datang dari masa depan, dari hari yang baru. Aku datang, karena sifatku yang rasional dan tenang ini tak akan "terjadi" s osok yang pesimis dan penggurutu aka...

Tuhan, Peluklah Diriku.

Saat ini entah bagaimana aku harus mengutarakan semua perasaanku. Sekuat-kuatnya aku menahan dan bersabar, selalu  ada hal yang membuat aku menyerah. Menyerah untuk segala keadaan yang terjadi. Seberapa kuat aku menahan segala beban ini? Perlahan-lahan dia selalu membuat diri ini semakin jatuh dan membuat diri ini mengarah pada keputus asaan. Tuhan, kali ini peluklah diriku… Menangis seorang diri ketika dihadapkan pada tekanan yang begitu berat. Merasakan bahwa segala tekanan ini membuat hati ini begitu hancur. Bahkan berada diposisi tersulit tak ada seorang pun yang mampu membantu maupun mengerti keadaan ini. Aku merasa tubuhku telah hancur. Hatiku menjadi berkeping-keping. Semangatku patah. Terlebih segala harapanku yang menjadi entah bagaimana arahnya. Tuhan, aku tak tahu kemana harus berlari saat ini. Semua orang menolakku. Sepertinya diri ini sungguh hina. Seorang diri terpenjara sepi. Aku memang tak memiliki apapun. Terkadang aku bertanya pada diriku sendiri, men...

Surat Kecil untuk Tuhan, Bapa yang selalu ada Untukku

Malam ini aku menempatkan sedikit waktuku kepadaMu. Aku tahu Engkau mengetahui semua nya dan peduli pada setiap keadaanku. Jadi biarkanlah putri kecilMu ini sedikit berkeluh kesah tentang segala keadaan yang aku rasakan saat ini. Untuk kali ini aku datang bukan untuk membawa seribu permintaan seperti yang sering kuajukan padaMu dalam setiap percakapan kita. Kali ini aku datang untuk mengucap syukur atas seribu berkat kasih karuniaMu yang tak henti Engkau kirim kepada putri kecilMu ini. Dengan segala tingkat konsistensi macam ini, aku yakin Engkau lah yang layak jadi sandaran di akhir hari cerita tentang hidupku. Bahkan teman terbaik pun bisa meninggalkan dan mengkhianati. Keluarga sedarah bisa membuat sakit hati.Tapi Engkau selalu murah hati dan sabar sekali. Sampai memilih untuk tidak pergi.      1. Untuk Segala teguranMu Ada banyak hal teguran yang aku terima dariMu.Yang mungkin dalam berbagai hal cerita yang berbeda aku harus mengalami dan melewatinya. Aku tahu b...

DIAM TANPA KATA

Gambar
Kepada sebuah nama. Seorang pria yang jauh disana. Aku mengungkapkan semua perasaan ini melalui tulisan dan semoga kamu kelak membaca tulisan ini. Namun sebelumnya, entah bagaimana rencana dan rancangan Tuhan ketika Ia mempertemukan kita.  Yang aku tahu, sejak pertemuan itu aku mengenal sosokmu yang sederhana. Dengan segala tutur katamu hingga membuatku terpikat. Kamu tanpa ragu untuk selalu berbagi cerita suka duka tentang kehidupanmu, begitupun sebaliknya denganku. Sesungguhnya aku tidak mengerti, walaupun aku tidak terlalu menengenalmu juga saat itu. Sejak saat itu mata ini menangkap sosokmu. Aku tahu ruang hati ini seolah ingin menjelaskan sebuah rasa yang sempat aku lupakan namun tersentuh olehmu. Dengan tanpa sengaja yang mungkin sementara kuartikan ini hanyalah sebuah perasaan yang mengagumi semata mata yang aku miliki kepadamu. Hingga pada saat keadaan itu, kamu memilih pergi dan menjauh tanpa memberikan alasan yang jelas kepadaku. Sekaran...