Tuhan, Peluklah Diriku.

Saat ini entah bagaimana aku harus mengutarakan semua perasaanku. Sekuat-kuatnya aku menahan dan bersabar, selalu  ada hal yang membuat aku menyerah. Menyerah untuk segala keadaan yang terjadi. Seberapa kuat aku menahan segala beban ini? Perlahan-lahan dia selalu membuat diri ini semakin jatuh dan membuat diri ini mengarah pada keputus asaan.

Tuhan, kali ini peluklah diriku…

Menangis seorang diri ketika dihadapkan pada tekanan yang begitu berat. Merasakan bahwa segala tekanan ini membuat hati ini begitu hancur. Bahkan berada diposisi tersulit tak ada seorang pun yang mampu membantu maupun mengerti keadaan ini. Aku merasa tubuhku telah hancur. Hatiku menjadi berkeping-keping. Semangatku patah. Terlebih segala harapanku yang menjadi entah bagaimana arahnya.

Tuhan, aku tak tahu kemana harus berlari saat ini. Semua orang menolakku. Sepertinya diri ini sungguh hina. Seorang diri terpenjara sepi. Aku memang tak memiliki apapun. Terkadang aku bertanya pada diriku sendiri, mengapa semua ini terjadi padaku? Apa aku yang tak mau mendengar semua perkataan-Mu sehingga rasa sakit ini menghampiriku lagi?

Peluklah diriku, Tuhan…

Untuk kali ini, aku lelah sekali Tuhan. Sungguh lelah pada sengsara. Raga yang telah percuma. Sia-sia sudah bangun jiwa ini untuk bangkit. Aku ingin tertidur sebentar saja dipangkuan-Mu. Ingin rasanya kuteguk sukacita dari-Mu sedikit saja. Ingin kucicipi kedamaian yang ada di rumah-Mu.

Tuhan, kapan semua ini akan berakhir? Kapan beban-beban hidup ini pergi meninggalkanku?
 
Tuhan, kapan semuanya berubah menjadi berkat bagiku?
Aku hanya ingin, Engkau memeluk diri ini…

Aku merasa sangat bungkuk, Terlalu banyak derita yang kupikul. Taka da seorangpun mau peduli. Asal mereka senang dan kenyang, maka diacuhkannya diri ini.
Tuhan, Engkau tahu siapa aku. Aku melakukan semuanya dengan tulus. Aku sungguh-sungguh  mengasihi mereka tanpa kunodai dengan keluhku.

Kerinduanku saat ini, Tuhan mari Engkau memeluk diri ini…

Aku minta maaf. Aku memohon pengampunan dari-Mu. Aku begitu lupa akan segala rasa syukurku pada-Mu. Tak seharusnya aku begini. Tak seharusnya aku melukai hati-Mu dengan teriakku. Aku hanya merasa sangat hancur dan tidak berdaya. Menangis dan berseru dalam setiap doa yang kupanjatkan. Datang kepadaMu dan tersungkur  dibawah kaki-Mu. Hanya saja kesesakan itu datang menghampiriku. Semua kondisi ini memaksaku untuk menyerah.

Tuhan, inilah anak-Mu. Apakah Kau masih mengenaliku yang penuh dosa ini?
Tuhan, inilah anak-Mu. Apakah Kau masih memelukku yang hina ini?
Tuhan, inilah anak-Mu. Apakah Kau mau mengasihiku?
Harapanku. Hanya Engkau tempat yang tepat untuk berserah dan berlari mencari pertolonganku. Aku berharap. Aku berserah. Segala keluhku yang terbalut dengan segala perasaan  lelah Engkau memberikan  kemenangan dan mukjizat yang nyata. Tetaplah bersamaku. Jangan pernah tinggalkan aku. Karena pelukan-Mu lah yang menjadi sandaran hidupku.

Tuhan mari beri aku kekuatan untuk menghadapi semua ini. Ajari aku dan tegur aku untuk bisa melalui semuanya dengan penuh kemenangan. Tuhan Yesus, terimakasih.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Surat Kecil untuk Tuhan, Bapa yang selalu ada Untukku

Menjadi Wanita Tangguh dan Mandiri

Mari Berjuang Memaafkan Kesalahan Sendiri dan Memulai Kembali